Untuk pesantren & asrama pendidikan
Santri tetap dekat dengan orang tua, tanpa ponsel pribadi di asrama
Panggilan video pakai voucher, sesederhana itu. Nomor yang dihubungi sudah disepakati bersama wali, waktu bicara dihitung otomatis dan adil, dan sisa waktu yang tidak terpakai kembali utuh.
Orang tua tidak perlu pasang aplikasi apa pun. Cukup buka tautan dari ponsel.
Tiga hal yang membuat semua pihak tenang
Bukan sekadar janji di brosur — begini cara sistemnya memang dibangun sejak awal.
Waktu yang tidak terpakai, kembali
Voucher itu saldo waktu bicara, bukan tiket sekali pakai. Kalau tidak terangkat atau sinyal sedang buruk, sisanya otomatis balik ke saldo santri dan bisa dipakai lain hari.
Nomor wali sudah tercatat lebih dulu
Wali mendaftarkan nomornya, pengasuh yang mencocokkan dengan data santri. Jadi setiap santri menelepon keluarganya sendiri, dan orang tua tahu persis anaknya sedang bicara dengan siapa.
Waktu bicara yang adil
Hitungannya bukan dari layar tablet atau ponsel di rumah, tapi langsung dari jalur panggilannya sendiri. Detik cuma berjalan saat suara dan gambar benar-benar tersambung — sinyal yang tersendat tidak memotong jatah santri.
Cara kerjanya
Empat langkah, dari data masuk sampai orang tua menjawab.
- 1
Daftarkan santri dan nomor walinya
Pengasuh memasukkan data santri, lalu mencocokkan dan menyetujui nomor wali yang akan dihubungi.
- 2
Cetak dan jual vouchernya
Pesantren menentukan sendiri durasi dan harga tiap voucher. Setiap lembar yang terjual langsung tercatat, lalu ditukar jadi saldo waktu bicara santri.
- 3
Santri mulai menelepon
Lewat tablet di ruang komunikasi, pada jadwal yang ditetapkan pesantren. Tautan untuk wali langsung muncul di layar.
- 4
Orang tua tinggal buka tautannya
Dari ponsel biasa, tanpa aplikasi. Waktu baru berjalan setelah keduanya benar-benar tersambung.
Untuk pengelola pesantren
Empat hal yang meringankan pekerjaan pengasuh — dan menenangkan wali sebelum mereka sempat bertanya.
Catatan rapi tanpa dicatat manual
Kapan santri menelepon, berapa lama, dan siapa yang dihubungi. Waktu wali menanyakan kabar anaknya, jawabannya tinggal dibuka — tidak perlu mengingat-ingat.
Tablet yang sederhana untuk santri
Satu tablet di ruang komunikasi, satu fungsi: memulai panggilan. Santri cukup mengetik nomor induknya. Tanpa akun, tanpa ponsel pribadi yang perlu dititipkan.
Ikut membantu operasional pesantren
Pesantren menentukan sendiri harga vouchernya. Selisih dengan biaya layanan bisa dipakai menutup operasional ruang komunikasi — tercatat rapi di rekap yang sama, siap masuk laporan.
Rekap yang siap jadi laporan
Berapa lembar terjual, berapa menit terpakai, berapa yang kembali ke saldo. Memudahkan menyusun laporan bulanan dan menetapkan harga periode berikutnya.
Untuk wali santri
Tidak perlu pasang aplikasi apa pun
Cukup ponsel yang biasa dipakai sehari-hari.
Tunggu tautan dari pesantren
Pengasuh mengirim tautan panggilan, biasanya lewat WhatsApp. Tautannya cuma berlaku untuk satu panggilan itu, lalu mati sendiri.
Buka langsung dari ponsel
Tekan tautannya, izinkan kamera dan mikrofon, tunggu sebentar. Tidak ada yang perlu diunduh, tidak ada akun yang perlu dibuat.
Sinyal putus? Waktunya aman
Begitu sambungan terputus, hitungan waktu ikut berhenti. Tersambung lagi, waktunya lanjut dari situ. Tidak ada menit yang terbuang percuma.