Untuk lapas & rutan
Warga binaan tetap bisa mendengar suara keluarga. Semua tetap sesuai aturan lembaga.
Panggilan video pakai voucher. Nomor keluarga disetujui lebih dulu, waktu bicara dihitung adil, dan semuanya tercatat rapi — siap ditunjukkan kapan saja dibutuhkan.
Keluarga tidak perlu pasang aplikasi. Cukup buka tautan dari HP biasa.
Selama ini pilihannya cuma dua
Dua-duanya menyisakan pekerjaan rumah buat Anda.
HP gelap yang tidak terlacak
Sudah dilarang, tapi tetap masuk. Tidak ada catatannya, tidak ada yang tahu siapa menghubungi siapa. Saat ada pemeriksaan, Anda yang harus menjelaskan.
Antrean kunjungan yang panjang
Keluarga datang jauh dengan biaya perjalanan yang tidak murah, jadwalnya terbatas. Yang tidak kebagian hari itu, menunggu sampai bulan depan.
Buku catatan yang ditulis tangan
Gampang hilang, gampang keliru, dan angkanya tidak pernah benar-benar cocok dengan uang voucher yang masuk.
Tiga hal yang kami pastikan
Bukan janji brosur. Begini sistemnya memang dibangun.
Waktu yang tidak terpakai, kembali
Voucher itu saldo waktu, bukan tiket sekali pakai. Telepon tidak diangkat atau putus di tengah jalan? Sisanya otomatis balik ke saldo.
Cuma nomor yang sudah disetujui
Setiap nomor keluarga diperiksa petugas dulu. Sekali sebuah nomor diblokir, blokirnya berlaku untuk seluruh lembaga — tidak bisa dihubungi lewat warga binaan lain.
Waktu bicara yang adil
Detik dihitung dari sambungannya langsung, bukan dari layar tablet. Menunggu diangkat tidak memotong jatah.
Cara kerjanya
Empat langkah, dari pendaftaran sampai keluarga menjawab.
- 1
Daftarkan warga binaan dan nomor keluarganya
Petugas mengisi datanya, memeriksa berkas, lalu memilih nomor mana yang boleh dihubungi.
- 2
Cetak dan jual vouchernya
Lapas yang menentukan durasi dan harganya. Tiap lembar yang terjual langsung tercatat.
- 3
Warga binaan mulai menelepon
Lewat tablet di ruang layanan, atau dibantu petugas.
- 4
Keluarga langsung dapat tautannya di WhatsApp
Terkirim otomatis, tanpa perlu diketik petugas. Statusnya kelihatan: terkirim, dibaca, atau gagal.
Untuk pengelola lembaga
Enam hal yang paling sering ditanya atasan dan pemeriksa — semuanya sudah siap sejak hari pertama.
Semua tercatat oleh sistem
Siapa menyetujui nomor, siapa menjual voucher, siapa memutus panggilan, dari perangkat mana. Tidak bisa diubah.
Tablet yang tidak bisa disalahgunakan
Satu fungsi saja: memulai panggilan. Tidak bisa membuka data warga binaan lain. Kalau hilang, aksesnya dicabut saat itu juga.
Petugas bisa memantau dan mengontrol
Kalau ada yang tidak beres, panggilan bisa dihentikan saat itu juga. Alasannya ikut tercatat otomatis.
Sumber pemasukan, bukan cuma pengeluaran
Anda yang menentukan harga jual voucher. Selisihnya dengan Rp200 per menit jadi pemasukan lembaga.
Saldo bisa diaudit sampai per detik
Tiap detik yang masuk dan keluar tercatat: dari voucher mana, untuk panggilan apa, sisanya berapa. Tidak ada yang perlu diperdebatkan.
Laporan bulanan tinggal dibuka
Menit tersambung, jumlah panggilan, pemasukan voucher, sisa saldo. Tren enam bulan terakhir sudah tergambar.
Untuk keluarga
Tidak perlu pasang aplikasi apa pun
Cukup HP yang biasa dipakai sehari-hari.
Tautannya datang sendiri lewat WhatsApp
Begitu panggilan dibuat, tautannya langsung terkirim. Cuma berlaku untuk panggilan itu, lalu mati sendiri.
Tinggal dibuka dari HP
Tekan tautannya, izinkan kamera dan mikrofon, tunggu sebentar. Tidak ada yang perlu diunduh, tidak ada akun yang perlu dibuat.
Sinyal putus? Tidak perlu panik
Sambungan terputus, hitungan waktu ikut berhenti. Tersambung lagi, lanjut dari situ. Tidak ada menit yang terbuang.
Harga
Rp200 per menit. Itu saja.
Anda bayar hanya untuk menit yang benar-benar tersambung. Panggilan yang tidak diangkat tidak ditagih.
- Tanpa biaya pemasangan
- Tanpa langganan bulanan
- Tanpa kontrak jangka panjang
- Tanpa tagihan mengejutkan — tinggal dicocokkan tiap periode
Contoh: Anda jual voucher 10 menit seharga Rp5.000. Biaya layanan Wartelin untuk 10 menit adalah Rp2.000 (10 × Rp200). Sisa Rp3.000 masuk ke lembaga.
Yang sering ditanyakan
Beberapa hal yang biasanya muncul di pertemuan pertama.
Kalau internetnya lemot?
Hitungan waktu otomatis berhenti begitu sambungan putus, dan lanjut lagi saat tersambung. Jatah warga binaan tidak terbuang karena sinyal.
Keluarga harus punya HP canggih?
Tidak. Cukup HP yang bisa membuka WhatsApp dan peramban. Tidak ada aplikasi yang perlu diunduh dan tidak ada akun yang perlu dibuat.
Perlu beli perangkat khusus?
Tidak. Tablet Android biasa sudah cukup. Pendaftarannya lewat satu tautan sekali pakai, dan kalau tabletnya hilang, aksesnya dicabut dari panel.
Data warga binaan aman?
Tiap lembaga terpisah penuh — petugas lembaga lain tidak bisa melihat data lembaga Anda. Setiap akses tercatat lengkap dengan waktu dan perangkatnya.
Bedanya dengan video call biasa?
Nomor tujuan harus disetujui lebih dulu, durasinya diatur voucher, dan semuanya meninggalkan catatan. Video call biasa tidak meninggalkan bukti apa pun.
Ngobrol dulu, tanpa komitmen apa pun
Hubungi salah satu admin kami lewat WhatsApp. Kami senang kalau bisa dengar dulu seperti apa kondisi di lembaga Anda, lalu menjelaskan bagian mana yang kira-kira paling berguna.
Admin 1
Admin 2
Kalau nanti jadi dipakai, kami bantu pasang dari awal: daftarkan tabletnya, latih petugasnya, cetak voucher pertamanya.
